Kertas Coret - coretan

My Categories

your name:

url:

your message:

August 30th, 2004

Sikap Mujahadah..

Posted by q_dal at 01:11 PM on August 30, 2004.

Sebelumnya dalam materi tentang ikhlas disebutkan bahwa agar diterima amal-nya diperlukan 2 syarat..
1. Ikhlas
2. Shiddiq

Nah sikap - sikap dan etika kita melakukan amal sendiri ada 2 :
1. Ihsan --> bersikap seolah2 kita diawasi
2. Itqan --> memberikan yg terbaik

Jika 4 hal ini timbul dalam diri kita, akan dapat melahirkan sikap MUJAHADAH yakni sikap-nya para mujahid..

Sikap inilah yg melahirkan generasi - generasi emas islam yg menjadi tulang punggung peradaban..

Add a Comment

August 14th, 2004

Al-Ikhlas---catatan materi mentoring-----

Posted by q_dal at 03:50 PM on August 14, 2004.

Satu rambu yang patut menjadi perhatian dalam kita beraktivitas agar amalan kita itu dipandang oleh Allah yaitu ikhlas. Banyak ayat Al-Qur'aan yang menyuruh kita berbuat/bersikap ikhlas dalam melaksanakan Dienul Islam, seperti pada surat Al-Bayyinah:5,Az-Zumar:2. Setan, makhluk yang tidak henti - hentinya berencana menyesatkan manusia, mengatakan bahwa orang yang ikhlas yang tidak dapat digodanya (Shad:82-83). Lebih dari pada itu keikhlasan merupakan salah satu syarat dari syarat - syarat terkabulnya suatu amal.

Syarat - syarat terkabulnya amal:
1. Ikhlas:bersih menjadikan amalan - amalan semata - mata bagi Allah swt.
2. Shidiq:benar, menjadikannya sesuai dengan syariat Allah dan sunnah Rasul.

Dari dua syarat tersebut di atas, kita bisa mengerti kenapa amalan- amalan orang kafir ditolak oleh Allah. Dalam suatu hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

"Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiap - tiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrah menuju (ridho) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia(harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kearah yang di tujunya"

Sebabnya muncul hadits ini berkenan dengan peristiwa hijrah, dimana ada seorang laki - laki ikut serta hijrah karena ingin menikahi pujaan hatinya Ummu Qais, yang juga berhijrah ke Madinah. Laki - laki itu mendapatkan apa yang ia niatkan, tetapi tidak ada pahala hijrah yang didapatkannya.

Ibnu Katsir pernah berkata:"Bila Ilmu berguna tanpa amal, Allah tidak akan mencela Ahlul kitab. Bila amal berguna tanpa Ikhlas, Allah tidak akan mencela kaum munafik".

1. Adanya kekontinuan dan kesungguhan dalam beramal
Senantiasa kita terus menerus beramal dan bersungguh - sungguh terhadapnya baik dalam keadaan ketika kita sendiri maupun ketika bersama - sama, dalam keadaan susah maupun senang, dipuji orang maupun dicela.
Seorang sahabat Nabi, Ali ra. menjelaskan ciri - ciri orang yang riya dalam beramal :
- Malas bila sendirian
- Giat bila dihadapan orang banyak
- Bertambah amalnya bila dipuji
- Berkurang amalnya bila dicela
Dua yang pertama menunjukkan tidak adanya kekontinuan dalam beramal, dua berikutnya disebabkan kurang jidiyah dalam beramal. Hadist dari Aisyah yang diriwayatkan oleh Muslim:
"Dari 'Aisyah ra. bahwa Nabi saw pernah ditanya bagaimana amal yang dicintai Allah. Bersabda Nabi : amal yang dikerjakan secara tetap walaupun sedikit."

2. Menjaga diri dari segala yang diharamkan oleh Allah swt
Tanda yang kedua ini dapat kita lihat pada hadits berikut ini:

"Barang siapa yang mengucapkan tiada ilah selain Allah dengan ikhlas akan masuk surga. (Bertanya sahabat): apakah keikhlasan nya itu ? Bersabda Nabi : Bahwasanya engkau mengekang diri dari apa - apa yang diharamkan Allah."

3. Merasa gembira bila kebaikan itu tercapai oleh orang lain sebagaimana bila kebaikan itu tercapai pada dirinya sendiri.

- Adanya perasaan lapang dada terhadap saudara kita.
- Senantiasa mendoakan agar mereka diberi pula anugerah dan kebaikan dari Allah.

4. Senantiasa membela kebenaran dan bukan membela diri, kelompok/golongan
5. Berterus terang dengan perkataan yang benar sekalipun pahit
6. Tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari manusia (Al-Insan:9)


Inilah tanda - tanda apabila ikhlas telah berada di dalam diri seseorang. Mudah - mudahan kita termasuk orang - orang yang berjuang untuk mencapaiknya dan digolongkan-Nya lah kita sebagai orang - orang yang ikhlas (Mukhlis). Sebagai penutup marilah kita perhatikan hadits dan perkataan salafus sholihin berikut ini:

"Barang siapa yang memberi karena Allah, mencegah karena Allah, mencintai karena Allah, benci karena Allah, dan menikah karena Allah, sungguh ia telah menyempurnakan imannya"

"Barang siapa yang ikhlas pada Allah, setelah 40 hari terlihatlah sumber - sumber hikmah dari hatinya dan lisannya" (Asy-Syahab)"

"Alam ini punya potensi hancur kecuali para ulama. Ulama semuanya akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya. Yang mengamalkan ilmunya akan hancur kecuali yang ikhlas. Orang yang ikhlas berada diatas bahaya yang besar ( yaitu riya dalam beramal )".

Add a Comment

« Newer | Older »